Sabtu, 12 Maret 2022

Mengenal Sensor Pada Mesin EFI Halaman 2

Tags

6.Crankshaft Position Sensor (CKP)


        Crankshaft Position Sensor ( CKP)  atau disebut juga sebagai sensor poros engkol adalah salah satu sensor yang mempunyai peran vital pada mesin yang sudang menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection ( EFI ). Selain itu penyebutan sensor CPKS juga dikenal sebagai sensor NE.

Fungsi sensor CKP adalah memberikan informasi ke bagian ECU mengenai kecepatan putaran mesin serta timing dari pengapian. Sensor CKP juga bisa mendeteksi putaran mesin dan posisi top piston supaya koil serta injektor yang ada di dalam sistem mesin bisa bekerja pada waktu tepat.


Cara Kerja Crankshaft Position Sensor ( CKP ) 
Secara umum cara kerja crankshaft position sensor ( CKP ) hampir sama seperti cara kerja camshaft sensor ( CMP). Namun sedikit yang membedakan bahwa pada piringan rotor poros engkol memiliki jumlah gigi yang lebih banyak yaitu 34 yang ditempatkan setiap 10 ° Crank Angle (CA) dan ditambah dua gigi yang hilang untuk mendeteksi Titik Mati Atas ( Top Dead Centre ) yang diletakkan disekitar diameter luar rotor. 


Oleh karena itu, 34 gelombang AC dikeluarkan dari sensor untuk setiap putaran poros engkol. Gelombang AC ini dikonversi menjadi bentuk gelombang persegi panjang oleh sirkuit pembentukan gelombang di dalam ECU mesin, dan digunakan untuk menghitung posisi poros engkol, TDC, dan kecepatan putaran mesin.

Dari mekanisme type kerjanya, crankshaft position sensor (CKP) terbagi menjadi 2 ( dua ) jenis yaitu :

•Type Inductive / Variable Reluctance Sensor 
•Type Hall Effect Sensor 



   7.Sensor OCV  (Oil Control Valve)



        Sensor OCV atau Oil Control Valve merupakan sebuah perangkat berukuran kecil namun memiliki fungsi untuk mengatur besar tekanan hidrolik yang akan diteruskan ke Advance Chamber serta Retarding Chamber di dalam VVT i Controller serta bisa mengatur pula posisi Spool Valve sesuai sinyal duty dari ECU.

Fungsi OCV Valve (Oil Control Valve) 
       OCV untuk mengatur besar tekanan hidrolik yang dimasukkan menuju Advance chamber dan retarding chamber yang terdapat pada VVT-i Controler dengan mengatur posisi Spool Valve sesuai dengan signal duty yang diberikan oleh ECU sehingga katub isap akan membuka secara bervariasi sesuai kondisi mesin berdasarkan input sinyal dari kecepatan mesin, IAT sensor, TPS sensor,  MAP sensor, CMP sensor,  Serta WTS sensor.

Cara Kerja OCV Valve (Oil Control Valve)

Seperti yang saya jelaskan sebelumya, bahwa ECU akan menerima data dari beragam  sensor yang nantinya data ini akan dikalkulasikan oleh ECU. Dari data yang yang didapat oelh ECU, selanjutnya ECU akan mengirim signal ke OCV untuk mengatur pembukaan lubangnya. 


OCV mengatur tekanan hirolis yang bersumber dari oli mesin yang selanjutnya akan  dimasukkan ke ruang advance / retard yang terdapat pada VVT – i Controller dengan mengatur posisi spool valve menggunakan signal duty dari Engine ECU. 

ECU mengendalikan kerja OCV dengan memberikan signal On dan Off berdasarkan inputan dari :
Sensor PIM, Temperature air pendingin mesin, RPM mesin. Berdasarkan inputan dari sensor – sensor tersebut ECU mengatur tekanan hidrolik untuk mengatur kerja VVT- i Controller, dengan cara ini waktu membuka dan menutupnya katup masuk dapat diatur sesuai dengan target timing.
Waktu membuka dan menutupnya katup masuk dideteksi oleh cam angle sensor, jika cam angle sensor mendeteksi ada penyimpangan, maka penyimpangan tersebut akan dikoreksi.


8.Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)



       Manifold Absolute Pressure Sensor merupakan salah satu sensor yang digunakan dalam sistem kontrol elektronik mesin pembakaran internal. Mesin yang menggunakan sensor MAP biasanya bahan bakar injeksi. Manifold sensor tekanan absolut memberikan informasi tekanan manifold seketika ke unit kontrol elektronik mesin.


Fungsi Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
    map sensor berfungsi untuk memberikan berbagai informasi data tekanan udara yang ada di dalam intake manifold secara cepat dan aktual, Informasi yang diberikan berupa perubahan tegangan ke dalam Electronic Control Unit (ECU).

MAP sensor dapat mendeteksi hingga mengukur jumlah udara yang mengalir melalui katup gas (throttle valve) yang ada pada throttle body berdasarkan kondisi vakum yang terjadi di dalam intake manifold.

    Jika di jabarkan lebih lengkap lagi  fungsi sensor MAP pada sebuah mobil injeksi ada 4 fungsi manifold absolute pressure sensor.

1. Mengukur Besar Tekanan Udara
2. Mendeteksi kondisi kevakuman pada intake manifold
3. Menentukan Nilai Tahanan/Hambatan Silicon Chip
4.Mengirimkan Informasi Tekanan Udara Pada Manifold ke ECU


Cara kerja sensor MAP  ini  mengukur tekanan udara didalam intake manifold melalui selang vakum yang terhubung antara sensor MAP dengan intake manifold.


Kevakuman didalam intake manifold terjadi ketika mesin kendaraan mulai dinyalakan dan nilai tingkat kevakuman akan berubah ubah ketika pedal gas diinjak, nilainya tergantung dari tingkat pedal di injak yang berhubungan langsung dengan bukaan throttle valve.

lalu silicon chip akan bekerja untuk merubah nilai tahanan sesuai dengan tekanan udara dari intake manifold. masing- masing  sisi silicon chip yang terhubung dengan tekanan udara intake manifold dan sisi lainnya terhubung dengan ruang vakum (vacuum chamber).

tekanan pada ruangan vakum akan tetap konstan sedangkan di ruang intake manifold tekanan akan mengalami perubahan. Perubahan tekanan ini  akan menyebabkan perubahan bentuk dan nilai tahanan silicon chip .

Setelah itu Sensor MAP akan mengirimkan informasi yang di butuhkan  ECU akan masuk kedalam terminal VC yaitu sebesar 5 volt. Tegangan sebersar  ini akan di alirkan melewati silicon chip. Apabila nilai tahanan pada silicon chip besar maka nilai tegangan yang melewatinya akan semakin kecil.

Tegangan yang dialirkan melewati silicon chip ini selanjutnya akan dikirimkan ke terminal PIM akan di teruskan ke ECU.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon